Jumat, 30 Juli 2010

KELAS 9 CATATAN MTsN KUDUS,

DWI TEGUH PUTRONO. S.Pd

Present Tense atau Simple Present Tense
Dalam bahasa Inggris Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang tejadi berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, PRESENT artinya adalah kini, sekarang.
Rumusnya:
Positif: S + V1 (s/es)
Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1
Tanya: DO/DOES + S + V1
Contoh Kalimat Positif:
I drink coffee
She drinks coffe
We drink coffee
Ya, sengaja pelajaran Tense bahasa inggris ini dibuat simple saja agar cepat faham. Anda perlu mengembangkannya sendiri misalnya dengan membuat 100 contoh sendiri. Pasti Anda perlu kamus juga, karena belajar tenses lalu mentok dengan suatu kata kerja maka biasanya tidak jadi, hehe..
Cara Membaca Rumus:
S artinya Subject, V1 artinya Verb1 atau kata kerja bentuk pertama. Garis miring artinya ya Atau dong!.
Kapan pakai S atau ES dan kapan tidak?
Kalau Subjectnya He, She, It, John, Mufli, Ellen atau Orang ketiga TUNGGAL maka kata kerjanya tambah S atau ES. Tidak sembarang tambah S atau ES juga nih, ada daftarnya. Daftarnya itu bayak sekali, mustahal saya tulis disini, cape dehh nulisnya, Anda musti beli buku Grammar juga. Belajar bahasa Inggris perlu modal, hehe..
Di atas tadi ada istilah Orang Ketiga Tunggal, maksudnya gini: Orang ketiga adalah orang yang kita bicarakan, yang kita omongin. Sedangkan orang pertama ya yang bicara. Orang kedua lawan bicara. Tunggal ya satu. Jadi orang ketiga tunggal adalah orang yang kita bicarakan dan satu saja dia itu. Misalnya kita berdua ngomongin John Scoping. Yang ngomong saya, yang dengar Anda, yang dibicarakan John Scoping (orang ketiga tunggal). Faham ya?
John Scoping belajar Tenses.
John Scoping learnS english.
Tidak bisa LearnES, mengapa? ya memang begitu!. Tetapi yang ini malah tambah ES:
John Scoping goES to School (tambah ES).
Kalimat Negatif Present Tense
Bentuk Negatif, artinya menyatakan TIDAK. Maka sesuai rumus Present Tense, setelah SUBJECT ditambah DO atau DOES, baru NOT, lalu tambah kata kerja bentuk pertama tanpa S atau ES lagi. S atau ES nya dimana? Sudah di doES tadi.
Untuk I, WE, YOU, THEY tambah DO
Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen tambah DOES
I do not drink coffee.
She does not drink coffee.
John Scoping does not learn english.
Coba perhatikan She does not drink coffee. Drink nya tidak pake S lagi, pindah ke doES. Biasakan saja, Present Simple Tense ini sepertinya rumit tetapi kalau faham maka enak banget. Ulangi saja baca dari atas 10 kali lagi, biar meresap benar, hehe.. Bikin juga 10 contoh Anda sendiri dengan kata kerja yang berbeda. Yes, belajar bahasa Inggris tak boleh manja, harus aktif, baru akan bisa.
Kalimat Tanya Present Tense
Kalimat tanya untuk Present Tense sesuai rumus diatas, atau saya tulis lagi seperti ini:
Tanya: DO/DOES + S + V1
Sama saja pasangannya. Untuk I, WE, YOU, THEY gunakan DO. Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen gunakan DOES. Contohnya begini:
Kalimat positifnya: I drink coffee
Kalimat tanya menjadi: DO you drink cofee?
Kalimat positif: She drinks coffe
Kalimat tanya: DOES She drink coffee?
Kalimat tanya seperti diatas disebut juga YES/NO Question. Karena jawabannya memang Yes atau No. Do You drink coffee? “Yes I do” jawabnya. Atau bisa bisa dijawab dengan lengkap: “Yes, I do drink coffee”. Dihilangkan DO nya juga boleh, menjadi kalimat positif lagi: “Yes I drink coffee”.
Ya, memang benar kalau Present Tense ini lebih rumit dibandingkan dengan Present Continuous Tense karena tiba-tiba kok pake DO, eh untuk orang ketiga tunggal pakai DOES segala, hehe.. Kalau dalam Present Continuous Tense nanti tinggal dibalik doang.
Ngapain sih belajar ginian? Ya agar bahasa inggris Anda lebih terstruktur dan punya landasan kuat untuk belajar lebih lanjut nanti.
Ok deh, itu tadi sedikit selingan. By the way bus way Ok ok, kita lanjutkan pelajaran.
Nah, kalau tadi kan Kalimat Tanya Present Tense yang jawabannya Yes atau No doang. Gimana kalau pertanyaan yang jawabannya panjang atau yang jawabannya kalimat? Yah, tinggal tambahkan saja When, Where, Why, Who, What, dsb di depannya. Contohnya begini:
-When Do you drink coffee?
Contoh jawaban: I drink coffee everyday.
-What does she drink?
She drinks coffee la yau!
Gampang kan? Ya kan? hehe.. Kalau Anda sering praktekkan dalam bahasa inggris sehari-hari maka tentu saja akan terasa mudah. Silahkan berkreasi dengan kalimat-kalimat Anda dalam Present Tense ya.
Ok, begitu dulu pelajaran Present Tensenya. Kalau ada pertanyaan tentang Present Tense silahkan Tanya langsung gak pa2 kok gak dimarahin lhooooooooo agar untukdpt berbagi dengan Anda, cie.. Oh ya by the way bus way lagi, jangan lupa jadi teman saya di facebook ya, alamat facebook saya disini: dwiteguh_iben@yahoo.com



Contoh:
Verb1 Verb1 + es Meaning
go
do
box
watch
pinch
punch
study
cry
fly
try
press
pass
smash
brush
bath
sooth
wash goes
does
boxes
watches
pinches
punches
studies
cries
flies
tries
presses
passes
smashes
brushes
bathes
soothes
washes pergi
melakukan/mengerjakan
bertinju
menonton
mencubit
memukul
belajar
menangis
terbang
mencoba
menekan, tindis
lulus, meloloskan
memukul
menyikat
mandi
menenangkan
mencuci
Note:
• Huruf ‘y’ yang didahului oleh konsonan berubah menjadi ‘i’ (Lihat: studies, tries, cries).
• Verb have (mempunyai) berubah secara tidak beraturan menjadi has.
Pertanyaan berikutnya adalah kapan simple present tense digunakan?
Simple present tense digunakan:
1. untuk menyatakan kejadian-kejadian yang terjadi secara reguler (regular happening).
Contoh:
1. The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat).
2. The full moon comes every 30 days. (Purnama datang tiap 30 hari).
3. The planet earth takes 365 days to rotate the sun. (Planet bumi butuh 365 hari untuk mengelilingi matahari).
2. untuk menyatakan kebiasan-kebiasaan yang dilakukan oleh subject kalimat (habitual action); Kebiasaan-kebiasaan tersebut masih berlangsung sampai sekarang dan (mungkin) akan terus berlanjut ke masa yang akan datang (future).
Contoh:
1. My son always goes to school on foot. (Putra saya selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki).
2. Mr. Bain usually plays badminton every Sunday morning but he did not show up last Sunday. (Mr Bain biasanya main bulutangkis tiap minggu pagi tetapi dia tidak muncul (tidak main) hari Minggu yang lalu).
3. Mr. Budi always drives a car to the office. (Mr. Budi selalu mengendarai mobil ke kantor).
3. Untuk menyatakan argumen atau teori yang sudah diakui kebenarannya.
Contoh:
1. The prices of goods always increase when the good availabilities drop in market. (Harga-harga barang selalu naik ketika ketersedianya di pasar menurun).
2. Solar radiation is required during photosynthesis. (Radiasi surya dibutuhkan selama proses fotosintesis).
3. Twenty-five devided by five is equal to five. (25 dibagi 5 sama dengan 5).
4. Untuk menyatakan/mengekspresikan keadaan atau kondisi seseorang atau sesuatu pada saat sekarang (pada saat diekspresikan). Verbs untuk mengekspresikan seseorang atau sesuatu ini terkait dengan proses/keadaan di dalam otak, terkait dengan perasaan, terkait dengan panca indera, dan terkait dengan kepemilikan. Verbs seperti ini secara kolektif disebut Stative Verbs. Verbs ini sering kita gunakan atau dengar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, perhatikan dan hafalkan verbs dalam tabel berikut!
Terkait dengan proses/keadaan di dalam otak
know (tahu)
believe (percaya)
understand (mengerti/paham)
imagine (membayangkan)
think (berfikir/mengira/kira)
recognize (mengenali) doubt (meragukan)
need (memerlukan/butuh)
prefer (lebih suka)
mean (berarti)
forget (melupakan/lupa)
remember (mengingat/ingat)
Terkait dengan perasaan
hate (benci)
love (cinta) like (suka)
want (menginginkan/ingin)
Terkait dengan panca indera
hear (mendengar)
see (melihat)
smell (mencium/tercium)
appear (muncul) sound (terdengar)
look (melihat/tampak)
seem (tampak)
taste (merasakan/terasa)
Terkait dengan kepemilikan
have (mempunyai)
own (mempunyai) possess (mempunyai)
belong (milik)
Note: Stative verbs bersifat pasif dan tidak digunakan dalam continuous tenses. Tetapi, beberapa stative verbs juga dapat bersifat aktif , bermakna sedikit berbeda dengan stative verbs, dan dalam hal ini, dapat digunakan dalam continuous tenses. Perbedaan penggunaan verbs bersifat pasif dan aktif ini dibahas secara lebih detail di topik Simple present tense vs present continous tense.
Contoh:
1. I think I know him. (Saya kira/rasa saya tahu dia).
2. I understand English better now. (Saya paham bahasa Inggris dengan lebih baik sekarang).
3. I love you very much. (Saya sangat mencintai kamu).
4. The song sounds good but I cannot catch every single word in it. (Lagu itu terdengar manis tapi saya tidak dapat menangkap satu kata pun dari lagu itu).
5. The snack tastes so delicious. (Camilan itu terasa begitu lezat).
6. I believe you. (Saya percaya kamu).
7. The tragic accident sometimes appears in my mind. (Kecelakaan tragis itu kadang-kadang muncul di benak saya).
8. She has two dogs and one cat. (Dia punya dua anjing dan satu kucing), etc.
5. Untuk menyatakan fakta yang ada sekarang. Penekanannya lebih pada adanya fakta, bukan pada proses terjadinya fakta.Verb yang sering digunakan di sini antara lain: consist of, contain, include, exist, cost, be (i.e: is, am, dan are, atau be jika mengikuti modal auxiliary).
Contoh:
1. She weighs more than 100 kg. She is very fat. (Dia beratnya lebih dari 100 kg. Dia sangat gemuk).
2. I want to buy these shoes. How much do they cost? (Saya mau beli sepatu ini. Berapa harganya?).
3. Cigarettes contain a lot of nicotine and other harmful substances. (Rokok-rokok mengandung banyak nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya).
6. Untuk membuat request (permintaan/minta tolong) dan command (perintah).
Contoh:
1. May I borrow your pen, please? (Boleh saya pinjam pulpenmu?).
2. Make teams that consist of 5 people each! (Buatlah tim yang masing-masing terdiri dari 5 orang).
Note: Dalam simple present tense, sering digunakan adverb seperti: always (selalu), often (sering), usually (biasanya), sometimes (kadang-kadang), seldom (jarang), never (tidak pernah). Adverbs ini biasanya ditempatkan diantara subject dan verb. Tetapi jika kalimat menggunakan be, adverb ditempatkan setelah be (Lihat contoh 4). Walaupun disisipi adverb, bentuk verb tidak berubah. Artinya, jika subject-nya singular (orang ketiga tunggal), verbnya tetap singular (Lihat contoh 5). Selain adverbs, simple present tense juga sering disisipi modal auxilliary seperti can (dapat), may (boleh, mungkin), dan must (harus). (Lihat contoh 6). Dan ingat, gunakan plural verb setelah modal auxilliary. Singular verb tidak pernah digunakan setelah modal auxiliary (Lihat contoh 7). Penggunaan modal auxilliary akan dibahas secara khusus pada posting berikutnya.
Contoh :
1. I usually watch Hollywood movies to maintain my English proficiency. (Saya biasanya nonton film-film Hollywood untuk mempertahankan kemampuan bahasa Inggris saya).
2. They always arrive on time. (Mereka selalu tiba tepat waktu).
3. My children sometimes go to Kuta Beach to practice their English. (Anak-anak saya kadang-kadang pergi ke pantai Kuta untuk melatih bahasa Ingggrisnya).
4. He is never late. (Dia tak pernah telat).
5. Because he seldom studies hard, he seldom gets good results. (Karena dia jarang belajar keras, dia jarang dapat nilai bagus).
6. Can I go now? No, you can’t. You must stay here until we finish doing our homework. (Dapat saya pergi sekarang? Tidak. Kamu harus tetap di sini sampai kita selesai mengerjakan PR kita).
7. He must go to see a doctor now. (Dia harus pergi ke dokter sekarang).
Negative Form
Bentuk negatif dari kalimat dalam Simple Present Tense dibuat dengan menambahkan kata bantu ‘do’ atau ‘does’ (tergantung dari subject kalimat) dan not, seperti terlihat dalam formula berikut,
Subject + (does/do) + not + Verb1 + Object + Modifier
Note: a) Jika kalimat positifnya menggunakan singular verb (i.e. verb1 + s/es), gunakan kata bantu does sebelum not dan jangan lupa untuk merubah singgular verb tersebut menjadi verb1. Does not dapat disingkat doesn’t dan do not dapat disingkat don’t. b) Jika kalimat positifnya menggunakan be (i.e. is, am atau are), kata bantu do atau does tidak diperlukan. Yang perlu dilakukan di sini hanyalah menyisipkan not setelah be, yang masing-masing dapat disingkat menjadi isn’t/ aren’t. Kontraksi am + not adalah ain’t, tetapi jangan gunakan kontraksi ini dalam tulisan/percakapan formal karena sangat tidak formal.
Contoh:
1. The sun does not rise in the west and does not set in the east. (Matahari tidak terbit di barat dan tidak tenggelam di timur).
2. The full moon does not come every 15 days. (Purnama tidak datang tiap 15 hari).
3. The planet earth does not take 400 days to rotate the sun. (Planet bumi tidak butuh 400 hari untuk mengelilingi matahari).
4. My son does not always go to school on foot. (Putraku tidak selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki).
5. Mr. Bain does not always play badminton every Sunday morning. (Mr Bain tidak selalu main bulutangkis tiap minggu pagi).
6. Mr. Budi does not always drive a car to the office. (Mr. Budi tidak selalu naik mobil ke kantor).
7. I do not believe you. (Saya tidak percaya kamu).
8. I do not understand English better now. (Saya tidak memahami bahasa Inggris dengan lebih baik sekarang).
9. The song does not sound good but I can catch every single word in it. (Lagu itu tidak terdengar manis tapi saya dapat menangkap setiap kata di lagu itu).
10. The snack does not taste good. (Camilan itu tidak terasa lezat).
11. I do not love you very much. (Saya tidak sangat cinta kamu).
12. I do not always watch Hollywood movies to maintain my English proficiency. (Saya tidak selalu nonton film-film Hollywood untuk mempertahankan kemampuan bahasa Inggrisku).
13. My children do not always practice their English every Saturday night. (Anak-anakku tidak selalu melatih bahasa Ingggrisnya setiap sabtu malam).
14. He is never late. (Dia tak pernah telat).
15. Although he does not always study hard, he always gets good results. (Walaupun dia tidak selalu belajar keras, dia selalu memperoleh nilai bagus).
Yes/No Questions
Yes/No Questions untuk Simple Present Tense dibuat dengan menempatkan kata bantu does/do atau be is/am/are sebelum subject. Perhatikan formula berikut:
Does/Do + Subject + Verb1 + Object + Modifier?
Contoh:
1. Do farmers in Jati Bali grow rice crops twice a year? (Apakah petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi dua kali setahun?).
2. Do some students usually conduct research on vegetative plant propagations? (Apakah beberapa siswa biasanya melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif?).
3. Does transpiration start to increase at 8 a.m? (Apakah transpirasi mulai meningkat jam 8 pagi?).
Present Continuous Tense
POLA :
Subyek + to be (is, am, are) + V-ing
FUNGSI;
a. Untuk menyatakan suatu kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu diucapkan.
Contoh:
They are still playing at the moment.
She is reading a novel now.
b. Untuk menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung tetapi belum tentu sedang berlangsung ketika pernyataan diucapkan.
Contoh:
I am learning French this year.
Mr. Brown is teaching English.
KETERANGAN WAKTU: Now, at the moment, this afternoon, this evening, right now, today.
Note : Ketika ada kata kerja seperti: Look!, Listen!, Watch!, Notice! ( Imperative), maka tenses
nya Present Continuous.
Contoh: * Look! The man is climbing.
* Listen! The girls next door are singing my favourite song.
Past Continuous Tense
Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang SEDANG TERJADI juga, tetapi sedang terjadi sekarang, melainkan sedang terjadi tetapi DULU, tetapi sudah lewat. Loh sedang kok lewat? bukannya sedang itu artinya masa kini alias sekarang?. Oh ada juga sedang dulu. Mari kita bahas tuntas.
Seperti arti katanya, Past berarti “sudah lewat”, sedangkan Continuous artinya “sedang”. Contohnya gini:
Kemarin teman saya datang ke rumah saya, gedor-gedor pintu, tetapi nda ada yang buka. Padahal saya ada di rumah, tetapi saat itu tuh “Saya sedang tidur!”. Kapan sedang tidurnya? Kemarin, saat teman saya itu datang. Bukan sekarang kan? Tetapi sedang loh! Itulah Past Continuous Tense.
Rumus Past Continuous Tense
Positif: S + was/were + Ving
Negatif: S + was/were + NOT + Ving
Tanya: Was/Were + S + Ving
Contohnya:
I was sleeping when my friend came to my house yesterday
Lihat tuh, “I was sleeping” adalah bagian Past Continuous Tensenya. Sedang tidurnya itu kemarin, saat teman saya datang ke rumah.
Jadi, Past Continuous Tense ini mirip banget rumusnya dengan Present Continuous Tense, bedanya di TOBE nya yang menjadi bentuk kedua.
Ingat-ingat perubahan dan pasangan TO BE nya ya.
Tobe: is, am berubah menjadi WAS
Tobe: are berubah menajdi WERE
I, She, He, It, John, Merry pasangannya adalah WAS
We, They, John and Merry pasangannya adalah WERE.
Contoh kalimat lainnya:
-They were learning in the classroom when I came
Mereka lagi belajar di kelas ketika saya datang.
- I was writing
- Joko was sleeping
- … Ayo anda tambahkan sendiri
Kalimat Negatif Untuk Past Continuous Tense
Gampang bangets nih, tinggal pake rumusnya, tambahkan NOT setelah Tobe (was/were). Ingat rumusnya kan? Yes, Anda benar, rumusnya: S + was/were + NOT + Ving. Misalnya dari contoh sederhana yang terakhir diatas, menjadi:
- I was NOT writing …
- Joko was NOT sleeping …
- … ayo Anda buat yang lain.
Kalimat Tanya Past Continuous Tense
Kembali lagi gampang sekali, yang penting Anda sudah faham penggunaannya seperti saya terangkan diatas. Untuk bikin kalimat tanya tinggal TOBE nya (was atau were) di depan. Berikut ini dari contoh diatas akan menjadi:
- Was I writing ….?
Biasanya sih kalo bertanya kan gak nanya sendiri, karena itu lebih sering contoh-contoh yang ada dibuku pake YOU, sehingga menjadi:
- Were You writing …?
Contoh lain:
- Was Joko Sleeping …?
Tentu saja Anda bisa membuat kalimat yang sangat panjang untuk contoh-contoh ini. Saya bikin ringkas saja agar mudah difahami. Kapan akan lancar bahkan tanpa mikir lagi Anda bisa menggunakan kalimat-kalimat Past Continuous Tense ini? Jawabnya adalah ketika Anda sering memakainya, baik dalam menulis ataupun berbicara. Tul?
Tambahan:
Yes, kalimat Past Continuous Tense sering digandeng dengan Past Tense, tentu saja maksudnya untuk mengatakan bahwa kejadiannya tersebut SEDANG terjadi tetapi di masa LAMPAU (lewat) ketika sesuatu yang lain terjadi. Bagimana jika ingin menyatakan LAMPAU nya saja tetapi tidak menekankan pada SEDANG TERJADInya itu? Yes, gunakan saja Past Tense.
Oke, demikian pelajaran singkat dan padat tentang Past Continuous Tense














Past Perfect Tense
Past Perfect Tense mirip dengan Present Perfect Tense hanya saja beda di waktunya saja. Penekannya pada PERFECT-nya itu, usainya itu. Agar lebih jelas saya ulang sedikit tentang Present Perfect Tense dulu ya.
PRESENT Perfect Tense mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang SELESAI (sempurna, perfect) saat ini, contohnya: She has just gone (Dia baru saja pergi).
Nah PAST Perfect Tense adalah bentuk lampau (Past) dari Present Perfect Tense itu, makanya disebut Past Perfect Tense, sama-sama Perfectnya! Jelas ya? Kalau Present Perfect Tense menggunakan rumus S + Have/has + V3 maka Past Perfect Tense menggunakan bentuk lampau dari Has/has yaitu “HAD”.
Rumus Past Perfect Tense
Positif: S + had + V3
Negatif: S + had + not + V3
Tanya: Had + S + V3
Past Perfect Tense sering digunakan dengan menggunakan kalimat lain yang berbentuk lampau (Past Tense) yang dihubungan dengan kata sambung seperti When (ketika), After (setelah) untuk menekankan bahwa Perfectnya (Sudahnya) itu adalah di masa lampau.
Tenses Past Perfect Tense ini jarang loh digunakan, tetapi tentu saja ada baiknya Anda memahinya dengan seksama. Jangan dianggap enteng!, suatu saat Anda akan perlu menggunakannya, hehe..
Contoh kejadiannya seperti ini:
“Kemarin Dia berangkat ke rumahku pagi-pagi bener, tetapi waktu ia sampai eh saya SUDAH pergi”. Tuh, lihatlah SUDAH perginya itu kan Perfect. Anda ingat pelajaran tentang Present Perfect Tense bahwa SUDAH itu adalah ciri-cirinya. Hanya saja SUDAH nya itu adalah kemarin (lampau). Itulah mengapa dalam kejadian ini kita menggunakan Past Perfect Tense.
Contoh kalimatnya:
-I had gone When He arrived at my home
“I had gone” adalah Past Perfect Tense, dengan subjectnya adalah I. Lihat ada “had” nya, dan kata kerja bentuk ketiganya (V3) adalah gone. Sesuai rumusnya S + had + V3. Kalimat pembandingnya adalah bentuk past tense: “When He arrived at my home”.
Contoh kalimat lainnya:
I had written 3 articles when you visited my blog for the first time.
Jadi Past Perfect Tense adalah tentang “Sudah, masa lalu”. Present Perfect Tense tentang “Sudah, kini”. Rumusnya mirip, karena sama-sama Perfect. Setiap Perfect pasti pakai kata kerja bentuk ke-3 baik itu pada Kata Kerja utamanya atau pada kata kerja bantu-nya.
Contoh kalimat lain dalam Past Perfect Tense:
-I had studied hard but I didn’t make good result in the exam.
-You had told me twice before I understood.
-Coba buat kalimat Anda paling tidak 3 biji, ayoo..
Past Perfect Tense Dalam Kalimat Negatif
Gampang saja, tinggal tambah NO setelah HAD. Contoh berikut telah disederhanakan:
-I had not studied hard, so I didn’t make good result
-You had not told me that, that’s why I didn’t understand
Perhatikan kalimat past tense di belakangnya sengaja saya ubah agar mengandung arti yang masuk akal saja. Jika tidak diganti kan menjadi aneh itu kalimat. Betul?
Past Perfect Tense Dalam Kalimat Tanya
Tinggal dibalik, Had nya di depan.
Rumusnya kan: Had + S + V3
-Had You studied hard bla bla bla?
-Had You told me …?
-Silahkan buat sendiri contoh Anda.
Saya yakin dengan pemahaman yang cukup tentang Present Perfect Tense maka Anda pun akan lebih mudah memahami Past Perfect Tense ini

Past Perfect Continuous Tense digunakan untuk mengungkapkan suatu tindakan yang dimulai di masa lalu dan berlangsung sampai tindakan lain yang di masa lalu.
Penggunaan :
1. Durasi tindakan masa lalu sampai titik waktu tertentu di masa lalu juga
2. kalimat pengandaian (Conditional Sentence) Type III
If it hadn’t been raining, we would have played football
3. kalimat tak langsung (reported speech)
Ann: I was crying
George: Ann said she had been crying
George : Ann mengatakan bahwa dia telah menangis
Rumus
Positif (+)
Subject + had + been + verb-ing + object
Negatif (-)
Subject + had + not + been + verb-ing + object
Tanya (?)
Had + subject + been + object ?
Contoh Past Perfect Continuous tense :
He had been living in Jakarta about ten years (+)
- Dia telah tinggal di Jakarta sekitar 10 tahun
He had not been living in Jakarta about ten years (-)
- dia belum tinggal di Jakarta sekitar 10 tahun
Had He been living in Jakarta about ten years ? (?)
- apakah dia telah tinggal di Jakarta selamat 10 tahun ?
Perbedaan antara Present Perfect Continuous and Past Perfect Continuous adalah :
Present Perfect Continuous mengungkapkan tindakan yang terus berlanjut sampai sekarang sedangkan Past Perfect Continuous tidak.
He has been playing for two hours
Dia telah bermain selama 2 jam (dia masih bermain atau baru saja selesai)
He had been playing for two hours when arrived
Dia telah bermain selama 2 jam ketika saya tiba (sekarang tidak sedang bermain.
LATIHAN SOAL Past Perfect Continuous
Latihan : terjemahkan kalimat ini kedalam bahasa inggris
1.Mereka sudah bermain bola selama satu jam ketika ada petir yang menakutkan
2.Ken sudah merokok selama 30 tahun ketika akhirnya dia berhenti
3.Orkestra itu sudah bermain selama sepuluh menit ketika seorang laki laki berteriak
4.Saya sudah mengetik selama tiga puluh menit ketika listrik itu padam
5.Mereka sudah tidur selama 6 jam ketika kebakaran itu terjad
Past Perfect Continuous Tense dalam pelajaran Bahasa Inggris Grammar digunakan untuk menyatakan hal atau peristiwa yang sesuatu yang TELAH dan SEDANG terjadi dimasa LAMPAU. Nah loh: Telah, Sedang dan Lampau pula!. Dalam setiap tenses yang mengandung Perfect Continuous, maka “sedang” nya itu mengandung arti “sudah dimulai, masih terjadi, dan masih terus”, lebih panjang periodenya, dan itu bisa kini (present), bisa dulu (past) dan bisa akan datang (future). Nanti Akan tau perbedaanya setelah memahami kesemua tenses.
Memang sih kalau diterangkan begitu maka sebagian orang bisa jadi males untuk mengertinya, termasuk saya dulu, hehe.. Karena itu memang sebaiknya Anda mempelajari Tenses secara berurutan, satu demi satu. Mengerti yang satu baru lanjutkan ke Tenses yang lainnya. Yang lebih penting lagi adalah membandingkan tense yang sejenis, misalnya antara Present Perfect Continuous Tense dengan Past Perfect Continuous Tense ini. Dengan cara itu Anda akan memilki pengertian yang mendalam.
Kita kembali pada topik utama kali ini, yaitu Past Perfect Continuous Tense
Contoh peristiwanya begini:
Kemarin teman saya datang ke rumah saya, ketika itu saya sedang memperbaiki kulkas. Waktu dia sampai saya sudah mulai kerja, dan saya lanjutkan pekerjaan tersebut sambil ngobrol sama dia. Untuk menyatakan kejadian “membetulkan kulkas” tersebut kita gunakan Past Perfect Continuous Tense.
Rumus Past Perfect Continuous Tense
Positif: S + had + been + Ving
Negatif: S + had + not + been + Ving
Tanya: Had + S + been + Ving
Berdasarkan Contoh peristiwa diatas maka kalimatnya begini:
-I had been repairing freezer when my friend came to my house
Tenang saja, Past Perfect Continuous ini termasuk jarang digunakan, hehe.. Jadi pelajaran kali ini akan dipersimple saja ya. Yang penting Anda dapat apa INTI-nya. Kalau ingin lancar tentu Anda perlu banyak praktek, atau sok pinter dengan ngajar seperti saya, hehe..
Contoh lain:
-They had been playing football.
-She had been singing
-Joh and Merry had been loving each other.
Bentuk Negatif:
-They had not been playing football.
-She had not been singing
-Joh and Merry had not been loving each other.
Kalimat Tanya:
-Had They been playing football?.
-Had She been singing?
-Had Joh and Merry been loving each other?.
Mengapa tidak pakai kalimat lain untuk membandingkannya sehingga logic “Past” nya menjadi jelas? susaahh! haha..
Tips untuk memperkuat pengertian Anda tentang Tenses:
Setiap tenses yang mengandung “Past” pasti pakai kata kerja atau kata kerja bantu bentuk ke-2. Dalam Past Perfect Continuous Tense ini kata kerja bentuk ke-2 atau V2 nya adalah HAD. Bentuk pertamanya adalah Have/has. Urutannya: Have-had-had.
Setiap tenses yang yang mengandung kata “Perfect” pasti pake kata kerja atau kata kerja bentuk ke-3. Dimana kata kerja ketiganya di Past Perfect Continuous Tense ini? Ia terletak pada “Been” nya itu. Been adalah bentuk ke-3 atau V3 dari be (tobe). Urutannya: tobe (am, is are) – (was, were) – been.
Setiap tenses yang mengandung kata “Continuous” pasti menggunakan kata kerja bentung ING atau saya singkat Ving. Present Continuous Tense, Present Perfect Continuous Tense, Past Continuous Tense, Past Perfect Continuous Tense dan sebagainya pasti pakai Ving.
Pegang erat-erat ketentuan diatas, maka Anda akan selamat .

Present Perfect Tenses

Halo teman-teman, sekarang saya menulis lagi tentang pelajaran bahasa Inggris yaitu Present Perfect Tenses. Untuk memahaminya cukup mudah berikut ini akan saya beri contoh-contoh situasi dimana kita akan mempergunakan present perfect tenses.
Sebelum masuk ke contoh, berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai present perfect tenses. Present Perfect Tenses digunakan ketika sesorang melakukan sesuatu dalam masa lalu dan masih dalam keadaan yang sama sampai sekarang.
Rumus umum:
(+) Subject + has/have + past participle ( V3 )
(-) S+ has/have + not + V3
(?) has/have+ S + V3
ingat, verbs ada 2 macam yaitu regular dan irregular, regular verbs adalah verbs yang pada bentuk lampaunya tinggal ditambah -ed pada akhir verb tersebut, contoh: washed, worked, talked. Sedangkan untuk irregular verbs, bentuk lampaunyadan past participlenya berbeda sama sekali atau sama persis dengan bentuk awalnya, contoh: slept, cut, thought. Contoh-contoh irregular verbs yang sering digunakan dapat dilihat pada tulisan saya yaitu “Daftar Irregular Verbs yang Sering Digunakan”.
1. Gilang kehilangan dompetnya dan ia belum menemukannya sampai sekarang.
“Gilang has lost his wallet. He still hasn’t got it”
Kalimat Present Perfect Tenses pada contoh diatas adalah “Gilang has lost his wallet dan He still hasn’t got it”
2. Fifi diberi tahu jalan menuju ke taman namun di tidak ingat.
“I have told her way to the park, but she has forgotten it”
Kalimat Present Perfect Tenses pada contoh diatas adalah “she has forgotten it” , ia tidak dapat mengingatnya sekarang.
3. Aku sedang mencari Mala.
“Is Mala here?” “No, she’s gone out”
Kalimat Present Perfect Tenses pada contoh diatas adalah “she’s gone out” atau “she has gone out“.
Present Perfect Tenses juga dapat kita gunakan untuk memberi tahu kejadian yang baru saja terjadi, contoh:
1. “Aww, I’ve broken my finger”
“Aduh, aku baru saja mematahkan jariku”
2. “People are screaming and running. There’s been an earthquake in that place” (There has been an earthquake in that place)
“Orang-orang berlarian dan berteriak-teriak. Ternyata baru saja terjadi gempa di daerah itu”
Present Perfect Tenses juga biasa digunakan bersama dengan Just, Already, dan Yet, contoh
1. “Just” dipakai untuk menerangkan kejadian yang benar-benar baru
“Help! Call ambulance, she has just fallen from the roof”
“Tolong panggilkan ambulans, ia baru saja jatuh dari atap”
2. “Already” digunakan untuk menerangkan sesuatu yang terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan. Contoh,
“Don’t forget to do your homework Ben” “I’ve already done it Mom ”
“Jangan lupa mengerjakan PR mu Ben” “Aku telah mengerjakannya Ma ”
3. “Yet” digunakan untuk menerangkan kejadian yang diharapkan akan terjadi. “Yet” digunakan pada kalimat tanya dan kalimat negatif saja.
“Has the Dangdutan over yet?”
“I’ve written the letter, but I haven’t posted it yet.” artinya, saya belum mengirimkan surat tersebut namun surat tersebut akan saya kirimkan suatu saat nanti.
Oke semoga penjelasan saya dapat membantu kalian

Present Perfect Tense
Present Perfect Tense
• Present Perfect digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang terjadi pada suatu waktu di masa yang lalu.
• Present Perfect Tense tidak digunakan dengan pernyataan waktu yang spesifik seperti : yesterday, one year ago, two weeks ago, last week, when I was 10 years old, when I lived at Jakarta, at that moment, that day, one day, dan lain sebagainya.
• Present Perfect Tense dapat digunakan dengan pernyataan waktu yang tidak spesifik seperti : ever, never, many times, several times, once, before, so far, already, yet, dan lain sebagainya.




Gambar diatas menunjukkan keberadaan Present perfect, yaitu pada suatu waktu yang tidak spesifik di masa lalu.
Bentuk Dasar Present Perfect Tense
1. Positive
Subject + Has/have + Verb 3 ( verb 3 disebut juga past participle)
2. Negative
Subject + Has/have + Not + Verb 3
3. Interrogative
Has/have + Subject + Verb 3
Contoh-contoh Kalimat Present Perfect Tense
1. I have watched that movie 3 times. (saya telah menonton film itu tiga kali)
2. There have been many floods in Indonesia. (Telah ada banyak banjir di Indonesia)
3. Scientists have traveled to the Moon and Mars. (Ilmuwan telah pergi ke Bulan dan Planet Mars)
4. Ordinary people have not traveled to Moon and Mars. (Orang-orang biasa belum pergi ke Bulan dan Planet Mars)
5. I think I have met her before. (Kupikir aku telah pernah bertemu dia sebelumnya)
6. Have you read the book yet? (Apa kamu telah membaca buku itu?)
7. Nobody here has ever seen ghost. (Tidak seorangpun disini yang telah pernah melihat hantu)
8. Has there been a war in Japan? (Pernahkah ada perang di Jepang?)
Perhatikan bahwa contoh-contoh diatas sesuai dengan pola dasar Present Perfect Tense, hanya tentunya ditambahkan objek dan kata keterangan, Sama saja seperti Bahasa Indonesia.
Penggunaan Present Perfect Tense
1. Menyatakan pengalaman
Present Perfect dapat digunakan untuk menyatakan pengalaman, baik pengalaman yang telah dialami maupun yang belum. Present Perfect tidak digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu. Contoh :
• I have been to England.
Kalimat tersebut menyatakan bahwa saya memiliki pengalaman pergi ke Inggris. Bisa juga ditambah dengan keterangan objek (misalnya : with him) atau keterangan waktu (misalnya : once).
• He has never traveled by plane.
• I have studied English.
• We have met him.
2. Menyatakan sesuatu yang berubah dari waktu ke waktu
Contoh :
• You have been thinner since the last time we met. (Kamu menjadi lebih kurus sejak terakhir kali kita bertemu)
• His English has really improved since he joined the course. (Bahasa Inggrisnya telah benar-benar maju sejak dia mengikuti kursus itu)
• Harvard has become one of the world’s most popular universities. (Harvard telah menjadi salah satu universitas terpopuler di dunia)
3. Menyatakan suatu pencapaian
Contoh :
• The baby has learned how to walk. (Bayi itu telah belajar berjalan)
• Scientists have invented many new medicines. (Ilmuwan telah menemukan banyak obat baru)
• Man has walked on the Moon. (Manusia telah berjalan di Bulan)
4. Menyatakan suatu tindakan kita harapkan namun belum terjadi
Contoh :
• The rain hasn’t stopped.
• They haven’t arrived.
• I haven’t finished my homework yet.
5. Menyatakan beberapa tindakan yang telah terjadi di masa lalu di waktu yang berlainan
Contoh :
• I have had two tests and three presentations so far this semester. (Saya telah mengalami dua kali tes dan tiga kali presentasi semester ini)
• She has talked to several doctors about her problem, but there is no solution yet. (Dia telah berbicara/berkonsultasi dengan beberapa dokter mengenai masalahnya, namun belum ada solusinya)
• The government has caught eight corruptors so far this year. (pemerintah telah menangkap 8 koruptor tahun ini)

Future Tense

Future Tense atau Simple Future digunakan untuk menyatakan peristiwa yang Akan Terjadi. Future tense adalah tentang Nanti. Sesuatu arti katanya Future yaitu “Masa Depan”. Karena itu dalam Future Tense penggunaan kata Will, Shall yang artinya akan pastilah mendominasi.
Masih ingat pembagian Tenses dalam garis besar kan? Yes, ada 3 besar Tenses yaitu: Past, Present dan Future (Dulu, Kini, Nanti).
Pegang ini kuat-kuat:
Setiap Future pasti pakai WILL atau SHALL, artinya AKAN. Namun ada juga yang namanya Past Future Tense nanti. Karena Past maka Will dan Shall nya pakai past juga yaitu “Would”, nanti kita pelajari lebih dalam di Past Future Tense. Oh ya, sesudah Will atau Shall atau Would pasilah diikuti bentuk 1 baik itu kata kerja atau kata kerja bantu.
Kembali ke laptop!.
Rumus Future Tense
Positif: S + will + V1
Negatif: S + will + not + V1
Tanya: Will + S + V1
Shall jarang digunakan. Bisanya Shall untuk Subject I dan We (I shall…, We shall….) dan tidak untuk yang lain. Tetapi lebih sering orang pakai I will.. dan We will.. Jadi untuk I dan We boleh pakai baik will atau shall. Sedangkan Subject yang lain seperti HE, SHE, IT, YOU, THEY, WE semuanya pakai Will. Kalau begitu, untuk mempermudah pemahaman saya HANYA akan gunakan WILL saja. Kan “WIL” itu enak toh? Itu tuh yang L nya satu! haha… becanda ya.
Contoh Kalimat Positif dalam Future Tense:
-I will study
-You will swim
-They will visit Tokyo
Silahkan buat sendiri contoh Future Tense versi Anda ya. Buat dalam hati saja, lalu ucapkan sendiri, hehe.. Sengaja contoh saya persimple agar mudah dimengerti.
Future Tense Kalimat Negatif
Kalimat Negatif untuk Future Tense juga luar biasa mudah, jauh lebih mudah dibandingkan menjalankan Internet GAME ONLINE misalnya, apa hubungannya? ya nda ada sih. sekali-sekali ngelantur agar nda bosan, toh pelajaran ini ringan kok..
-I will not study
-You will not swim
-They will not visit Tokyo
Mudah kan?
Future Tense Kalimat Tanya
Tinggal dibalik saja, Will nya di depan.
-Will You study?
-Will You swim?
-Will They visit Tokyo?
Tentunya karena Future Tense bicara “Akan” maka keterangan waktu berikut biasa ditambahkan: tomorrow, next month, three days to go, next year dan segala sesatu yang menunjukkan “akan” tersebut.
-You will swim together tomorrow
-They will visit Tokyo next year
-No one will stop us now from loving each other
-I dont think They will come on time
Demikian mudahnya Future Tense ini. Ok, itu saja

























QUESTION TAG
Rumus

_____________________, _______________?
+ -

_____________________, _______________?
- +

Maksudnya apabila pernyataannya POSITIF maka Tag Queationnya NEGATIVE
Apabila Pernyataannya NEGATIVE maka Taq Questonnya POSITIVE

Dalam kalimat pasti mempunyai S P O untuk lebih jelasnmya sebagai berikut :

Presdikat di dalam PRESENT TENSE adalah tobe ( IS, Am, ARE )
PAST ( WAS, WERE )

Vi Es/s ………………………does
VI ………………………….do

V2…………………………..did

Has/Have + v3 …………….has/have

Modal + V1 …………………….Modal tersebut
Can Could Cannot Can’t
May Might Must not Must’t
Shall Should Will Would
Shall not Shan’t Will not WON’T
Should not Shouldn’t must

Contoh soal

1. Mother is diligent , ist’n she ?
2. there was not a girl, was there ?
3. I am a student, aren’t I ?
4. father drinks tea, doesn’t he ?
5. mother cooked a cake, didn’t she ?
6. we will go to Demak, won’t we ?
7. everybody bileaves in God, don’t they ?
8. I have never seen you, have I ?
9. open the door, won’t you ?
10. don’t smoke is class, will you ?
11. let’s go out, shall we ?

question tags adalah pertanyaan singkat yang diikutkan pada akhir sebuah kalimat untuk membuat pertanyaan. Contoh:
Kalimat:- She speaks English.
Pertanyaan:- Does she speak English?
Question Tag:- She speaks English, doesn’t she?
Bentuk
Question tag dibentuk dari sebuah kata kerja bantu dan subjek. Jika kalimat positif, kita biasanya menggunakan tag negatif, contoh:
• That’s a great song, isn’t it?
• She’s a lawyer, isn’t she?
Jika kalimat negatif, kita gunakan tag positif. Contoh:
• You‘re not busy, are you?
• This way isn’t right, is it?
Kata kerja bantu dan subjek dalam question tag sesuai dengan yang terdapat pada kalimat utama. Hanya bentuk positif dan negatifnya yang berubah. Contoh:
• He can play the trumpet, can’t he?
• You haven’t finished yet, have you?
Pada kalimat diatas subjek diberi warna biru, dan kata kerja bantu warna hijau. Yang mengalami perubahan hanya bagian dari pertanyaan yang positif atau negatif.
Fungsi
Question tag memiliki dua tujuan utama: untuk menguatkan informasi yang diharapkan dan untuk menanyakan informasi yang tidak diharapkan. Kedua tujuan ini bisa dibedakan berdasarkan intonasi pengucapan yang kita gunakan - jika suara merendah berarti pertanyaan tersebut menanyakan informasi yang diharapkan - jika suara meninggi berarti benar-benar menyanakan sebuah pertanyaan. Contoh:
• Intonasi menurun - You haven’t finished yet, have you?
Penanya mengharapkan orang yang ditanya telah selesai, penanya hanya memeriksa saja untuk memastikan.
• Intonasi meningkat - You haven’t finished yet, have you?
Pembicara benar-benar menanyakan apakah yang ditanya sudah selesai atau tidak. Jika yagn ditanya selesai lebih cepat dari yang diharapkan si penanya, maka pembicara akan terkejut.
• You’re really busy now, aren’t you? - Yes, I’ve got to finish this by Monday.
Orang yang ditanya pada kalimat diatas menguatkan bahwa dia sedang sibuk, kemungkinan dengan menunjukkan simpati juga.
• Why are you watching TV? You’re really busy now, aren’t you? - Not really, I did most of it last night.
Pada kalimat ini orang yang bertanya menganggap orang yang ditanya sibuk tetapi penanya terkejut sebab orang yang ditanya seharusnya sedang bekerja bukan nonton TV, jadi penanya menanyakan tentang situasi yang tidak diharapkan.
Kalimat negatif dengan tag positif sering digunakan untuk menyatakan permintaan, contoh:
• You don’t have a pencil, do you?
• You couldn’t change a $5 bill, could you?
Question tag yang memerintah biasanya menggunakan will, contoh:
• Open the door for me, will you?
• Hang on a minute, will you?
Selama tidak digunakan dengan bahasa informal, question tag dengan maksud memerintah sering terdengar tidak bersabar
UNTUK DOWNLOAD klik sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar